Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Dan jika mereka (istri-istri yang sudah ditalak) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak) mu untukmu, maka berikanlah kepada mereka upahnya; dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu), dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya. (an-nisa’:65)
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma´ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Al baqoroh:233)
Melindungi bayi dari berbagai penyakitKolostrum, cairan pra-susu yang diproduksi ibu di tahap akhir kehamilan hingga beberapa hari pasca kelahiran, kaya akan senyawa imunoglobin A (IgA). Senyawa ini mampu membentuk lapisan pelindung di membran mukosa pada usus, hidung, dan tenggorokan bayi untuk melawan berbagai penyakit. IgA juga diproduksi secara spesifik sesuai respon tubuh ibu terhadap virus dan bakteri patogen tertentu sehingga sangat sesuai dengan kondisi bayi.
Lapisan pelindung yang dibentuk IgA juga bermanfaat untuk mencegah reaksi alergi pada bayi. Tanpa lapisan tersebut, peradangan dapat terbentuk dan melemahkan dinding usus. Akibatnya, protein yang tak tercerna dapat menimbulkan alergi dan masalah kesehatan lainnya.
Studi di Bangladesh mengungkap bahwa ASI sangat penting bagi perkembangan visual anak. Pemberian ASI eksklusif dapat melindungi anak usia pra sekolah dari rabun ayam. Pasalnya, ASI merupakan sumber utama vitamin A dalam 24 bulan kehidupan anak sehingga diperlukan untuk mengoptimalkan penglihatannya. ASI juga memiliki antibiotik alami yang dapat melawan infeksi mata.
Banyak penelitian menunjukkan kaitan antara pemberian ASI dan perkembangan fungsi kognitif anak. Salah satunya, lebih dari 17 ribu bayi diikuti perkembangannya dari lahir hingga berusia 6,5 tahun. Bayi yang diberi ASI eksklusif dan masih disusui setelahnya memiliki peningkatan perkembangan kognitif yang lebih signifikan dilihat dari hasil tes IQ dan tes intelegensi lainnya.
Pemberian ASI dianggap sebagai salah satu cara yang tepat untuk mengurangi risiko obesitas saat anak berajak remaja dan dewasa. Diungkap oleh American Academy of Pediatric, efek paling kuat diperoleh anak yang mendapatkan ASI eksklusif. Semakin lama bayi disusui, semakin kuat efek tersebut.
Sindrom kematian mendadak pada bayi (Inggris: SIDS) merupakan salah satu hal yang sangat ditakuti para orang tua. Berbagai penelitian dilakukan untuk menyelidiki sindrom yang umumnya menyerang bayi di bawah usia 1 tahun ini. Meski belum diketahui secara pasti penyebabnya, pusat Disease Control and Prevention America menyarankan pemberian ASI untuk menurunkan risiko SIDS.
Dari kajian yang dilakukan pada 9 ribu abstrak lebih, NIEHS menyimpulkan bahwa wanita yang tidak memberikan ASI atau berhenti menyusui lebih awal memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita depresi pasca melahirkan. Pasalnya, menyusui dapat merangsang pelepasan hormon prolaktin dan oksitosin yang berperan dalam relaksasi.
Penelitian menunjukkan jika menyusui selama 4 hingga 12 bulan diduga dapat menurunkan risiko terkena kanker payudara sebanyak 11%. Jumlah ini meningkat hingga 25% pada ibu yang menyusui selama 24 bulan. Belum diketahui faktor pasti dibalik perlindungan ini, namun diduga karena adanya perubahan struktural di jaringan payudara saat menyusui dan penekanan jumlah estrogen yang diproduksi tubuh oleh laktasi. Penekanan estrogen ini juga diperkirakan terkait dengan penurunan risiko kanker ovarium.
Menyusui membantu ibu menurunkan berat badannya lebih cepat pasca melahirkan. Diperkirakan ada 500 kalori tambahan yang terbakar setiap harinya saat Anda menyusui. Ibu yang memberikan ASI baik eksklusif maupun tidak mengalami penurunan lingkar pinggul dan berat badan secara signifikan 1 bulan setelah melahirkan dibandingkan ibu yang hanya memberikan susu formula.
Pemberian ASI eksklusif bisa menjadi metode kontrasepsi alami selain sistem kalender. Namun sang ibu harus aktif menyusui selama setidaknya 1 jam sehari selama 6 bulan dan tidak memberikan makanan tambahan apapun. Jika masing-masing periode menyusui berlangsung selama 10 menit, maka ibu harus memberikan ASI sebanyak 6 kali sehari. Saat ibu sering menyusui, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon prolaktin. Hormon ini mampu menekan ovulasi sehingga dapat menunda masa subur.

